BKKBN Sumsel Lirik Aplikasi ‘Sicantik Keting Musi’ untuk Dicontoh Daerah Lain

PALEMBANG, KARSASRIWIJAYA — Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan menyatakan ketertarikannya untuk mengadopsi aplikasi Sicantik Keting Musi (Sistem Informasi Cegah Stunting secara Terintegrasi dan Kolaborasi Kendalikan Stunting) sebagai model nasional. Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, dr. Arios Saplis, saat audiensi bersama Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, Kamis (20/11).

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Palembang, Zanariah S.Ip., M.Si, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes, Sp.KKLP. Pertemuan berlangsung produktif dengan sejumlah diskusi terkait upaya pengendalian stunting di Kota Palembang.

Menurut dr. Arios, aplikasi Sicantik Keting Musi berpotensi menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Sumsel, bahkan untuk diusulkan pada tingkat nasional.

“Aplikasi ini ingin saya kolaborasikan sebagai contoh. Jika memungkinkan, bisa diterapkan di daerah lain dan bahkan kita dorong ke level nasional,” ujarnya.

Ia juga meminta agar berbagai dokumen pendukung terkait program tersebut dapat dipelajari lebih lanjut. Palembang diketahui menjadi daerah dengan prevalensi stunting terendah di Sumsel, yakni 10,6 persen.

“Angka itu menunjukkan adanya program yang jelas dan berjalan efektif. Ini yang perlu kita pelajari dan jadikan rujukan,” tambahnya.

dr. Arios menegaskan bahwa bila keberhasilan Palembang dapat direplikasi, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh daerah di Sumsel.

“Yang pasti, saya sangat tertarik dengan aplikasi Sicantik ini,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Palembang Aprizal Hasyim menyambut baik ketertarikan BKKBN Sumsel.

“Pemerintah Kota Palembang mendukung penuh program-program BKKBN, terutama yang selaras dengan agenda Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” ujarnya.

Dilansir dari : sumaterapos.id

Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp
Exit mobile version