BMKG: Perubahan Iklim Ancaman Nyata Bagi Keberlangsungan Peradaban

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, dalam Kuliah Praktisi bertajuk ‘Perubahan Iklim Sebagai Ancaman Nyata: Catatan Sejarah Peradaban dan Pandangan Masa Depan’ di Universitas Jember, Jawa Timur, Rabu (29/10). Dok:bmkg.go.id

JEMBER, KARSASRIWIJAYA – Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman nyata yang sejak masa lampau terbukti memengaruhi bahkan meruntuhkan peradaban manusia.

“Iklim berperan besar dalam perkembangan dan keberlangsungan peradaban. Manusia tumbuh di wilayah dengan suhu ideal 20–21 derajat Celcius dan ketersediaan air yang cukup,” ujar Ardhasena dalam Kuliah Praktisi bertema “Perubahan Iklim Sebagai Ancaman Nyata” di Universitas Jember, Rabu (29/10).

Ia menjelaskan banyak peradaban besar, seperti Mesir dan Persia, berkembang di wilayah dengan keseimbangan suhu dan air sungai besar. Namun, perubahan iklim ekstrem di masa lalu menjadi faktor runtuhnya peradaban seperti Maya dan Tiahuanaco.

Ardhasena juga menyoroti berbagai peristiwa abad ke-20 yang berkaitan dengan fenomena El Niño, seperti kelaparan di Tiongkok, India, dan Ethiopia. Kini, katanya, potensi gejolak sosial akibat anomali iklim dapat ditekan berkat kemajuan sistem peringatan dini BMKG.

“Pada El Niño 2015–2016, gejolak sosial tidak terjadi karena sistem deteksi dan informasi iklim kita sudah semakin matang,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan peserta terkait sektor pertanian, Ardhasena mengakui perubahan iklim berpotensi menurunkan produktivitas. Namun, BMKG terus mendukung adaptasi pertanian melalui pengembangan varietas tanaman tahan panas dan kekeringan.

Usai kuliah, BMKG dan Universitas Jember melakukan penjajakan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pemanfaatan data iklim untuk ketahanan pangan dan kegiatan akademik.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BMKG memperluas literasi iklim di kalangan akademisi dan generasi muda,” pungkas Ardhasena.

Dilansir dari : bmkg.go.id

Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp
Exit mobile version